WE CARE RESTORASI TERUMBU KARANG

 

RESTORASI TERUMBU KARANG PULAU BANGKA, SULAWESI UTARA

Domus Piramidis Dugong – Seni Bawah Laut sebagai Rumah Terumbu Karang

 

Manado, 19 Oktober 2017 – Berawal dari kontroversi ijin eksploitasi bijih besi & tambang di Pulau Bangka pada tahun 2008, beberapa aktivis dan masyarakat lokal Pulau Bangka terus berjuang untuk menghentikan kegiatan yang merusak ekosistem tersebut. Hasilnya, pada 23 Maret 2017 proses gugatan ke Mahkamah Agung mengeluarkan surat keputusan perihal pencabutan izin usaha pertambangan dari Kementrian ESDM.

Tak terhenti disana, usaha rehabilitasi & restorasi alam bawah laut terutama perlu dilakukan agar keberlangsungan ekosistem segera pulih. Sebagaimana data yang dikeluarkan oleh Pusat Oseanografi LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dipertengahan tahun 2017 terungkap bahwa hanya sekitar 6,39% terumbu karang dalam kondisi sangat baik; 23,40% kondisi baik; 35,06% cukup dan 35,15% kondisi rusak.

Bersama dengan Yayasan Terumbu Rupa (YTR), PT. Tozy Sentosa (Centro – Parkson Department Store) melakukan kampanye sosial penggalangan dana untuk membangun alam melalui karya seni yang digabungkan dengan teknologi mineral akreasi, yaitu membuat rumah terumbu karang yang diberi nama Domus Piramidis Dugong. Domus dalam bahasa Latin berarti rumah, Piramidis merupakan bentuk piramid dan Dugong sebagai hewan langka yang merupakan habitat asli Pulau Bangka.

Kampanye sosial penggalangan dana “WE CARE, PEDULI TERUMBU KARANG : RESTORASI TERUMBU KARANG PULAU BANGKA, SULAWESI UTARA” telah dilaksanakan di 16 (enam belas) toko Centro – Parkson selama 4 (empat) bulan dari 27 April hingga 22 Agustus 2017 melalui penjualan kupon senilai Rp. 10.000 (sepuluh ribu rupiah). PT. Tozy Sentosa secara total menyerahkan Rp 185.560.000, terdiri dari penjualan kupon senilai         Rp. 170.560.000 (seratus tujuh puluh juta lima ratus enam puluh ribu rupiah) dan nilai donasi perusahaan sejumlah Rp. 15.000.000 (lima belas juta rupiah) diberikan kepada Yayasan Terumbu Rupa untuk kegiatan restorasi ini.

”Parkson Indonesia bangga dapat ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, khususnya ekosistem bawah laut di Pulau Bangka, Sulawesi Utara melalui kegiatan sosial yang merupakan salah satu agenda tahunan perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun teknologi bawah laut melalui seni yang memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup biota laut” ujar Pelly Sianova, Advertising & Promotion Senior Manager PT. Tozy Sentosa.

Sebuah kesempatan yang menarik, acara simbolisasi ini dilakukan di store Centro Manado Town Square 3 dengan menghadirkan seniman sekaligus pendiri Yayasan Terumbu Rupa Teguh Ostenrik yang mengisahkan asal mula terbentuknya YTR dan latar belakang karya seni bawah laut ini. Selain itu, hadir pula Kaka SLANK, musisi sekaligus pecinta lingkungan yang berbagi inspirasi seputar keterlibatannya untuk pelestarian terumbu karang dan perjuangannya menghentikan eksploitasi Pulau Bangka.

Bersama dengan para aktifis, relawan, pecinta lingkungan hidup dan masyarakat, pada tanggal 20 Oktober 2017 dilakukan penempatan Domus Piramidis Dugong di lepas pantai Pulau Bangka dalam rangkaian acara Coral Day yang telah berlangsung untuk keempat kalinya oleh mitra lokal, Yayasan Suara Pulau, sebuah yayasan nirlaba yang bergerak di bidang edukasi & pelestarian lingkungan hidup berbasis di Pulau Bangka, Sulawesi Utara.